Minggu, 24 Juli 2022

Kesimpulan Kedatangan Bangsa Eropa Ke Indonesia

 

No

Nama Negara

Tempat awal masuk Indonesia

Tahun

Tokoh

1

Portugis

Selat Malaka (Sumatra)

1511

Alfonso de Al Buquerque

2

Spanyol

Kepulauan Maluku

1521

Ferdinand Magellan dan Yan Sebastian del Cano

3

Inggris

Selat Malaka

1579

Francis Drake dan Thomas Cavendish

4

Belanda

Kesultanan Banten, Banten

1596

Cornelius De Houtman

1598

Jacob Van Heemskerck

Kronologi Kedatangan Belanda Ke Indonesia

 Kronologi Bangsa Belanda Menemukan Nusantara

Pemimpin Ekspedisi   : Willem Barents

Berangkat                    :1594 dari belanda

Rute                             :-ke utara menuju kutub utara

                                     -Gagal melanjutkan perjalanan kemudian kembali namun meninggal di Perjalanan

Pemimpin Ekspedisi   : Cornelius de Houtman

Berangkat                    :1595 dengan kekuatan 4 Kapal, 249 awak kapal, 64 meriam

Rute                             : -mengikuti alur pelayaran portugis

-kumudian dari pesisir timur afrika ke timur menuju Samudra Hindia

 -1596 mendarat di pelabuhan banten
- de Houtman berambisi memonopoli perdagangan sehingga rakyat mulai membenci dan mengusirnya.

 -kemudian de Houtman kembali ke Belanda

Pemimpin Ekspedisi   : Jacob Van Heemskerck

Berangkat                    : masih belum ada data

Rute                             : -sama seperti Cornelius de Houtman

-1598 sampai di Banten

 -Van Heemskerck lebih bersikap bersahabat sehingga diterima

-kemudian orang-orang belanda berlayar ketimur menuju Tuban

 -1599 dibawah pimpinan Jacob Van Neck mereka sampai di maluku (pusat dari rempah-rempah)

 -belanda diterima karena maluku sedang berkonflik dengan portugis

-setelah itu semakin banyak kapal-kapal dagang berangkat ke maluku Hingga memonopoli perdagangan disitu

Kronologi Inggrris Datang Ke Indonesia

Kronologi Bangsa Inggris  Menemukan Nusantara

Tokoh              : Orang –orang Inggris ikut kapal Vasco da Gama

Rute                : sama dengan Vasco da Gama  

1498 orang-orang inggris sampai pertama kali di India

  1579 Francis Drake dan Thomas Cavendish sampai di Indonesia

 1600 inggris membentuk kongsi dagang di india East India Company (EIC)

 1604 Inggris membuka kantor dagang di Indonesia (Ambon, Makassar, Jepara,   Jayakarta)

1811-1815 Inggris dibawah Thomas Stamford Rafles menguasai Indonesia

1815 indonesia diserahkan kembali ke belanda

Kronologi Bangsa Spanyol Datang Ke Indonesia

 Kronologi Bangsa Spanyol Menemukan Nusantara

Pemimpin Ekspedisi   : Christhoper Colombus

Pemberangkatan          : 3 Agustus 1492 dari spanyol

Rute Pelayaran            : - 6 September 1942 sampai dipulau kanari, terletak disebelah barat Afrika

-Kemudian kebarat menuju Samudra Atlantik

-12 Oktober 1942 mendarat di pantai, bagian dari kepualaun Bahama

Colombus mengira sudah sampai di hindia. Sehingga penduduk disitu

Diberinama suku indian. Tempat mendarat ini diberi nama San Salvador

 -kemudian kolombus kembali berlayar dan mendarat di Hispania (Haiti) Ditempat ini colombus menemukan emas

-1493 merasa ekspedisi/perjalanannya telah berhasil ia kembali ke Spanyol

Melaporkan temuannya kepada ratu isabella

-kemudian Colombus dianggap sebagai penemu benua amerika, dan benua  

tersebut diberinama sesuai dengan nama sekretaris colombus yaitu “Amerigo Vespuci”

 Pemimpin Ekspedisi   :Ferdinand Magellan

Kapten Kapal              :Yan Sebastian del Cano

Berangkat                    :1519 berangkat dari pelabuhan Spanyol

Rute                             :mirip dengan colombus namun ketika sampai di pulau kanari magellan

                                     Berangkat ke barat daya (pertengahan barat dan selatan )

 -kemudian menyusuri pantai timur Amerika Selatan/latim dan berhenti di masing-masing kota sekitar pantai timur Amerika Selatan seperti kota bahla, Rio de Jainero, Rio de Plata, Teluk Santa Cruz)

-kemudian menemukan selat di ujung selatan amerika selatan kemudian Selat tersebut di beri nama selat magellan

-perjalanan dilanjutkan ke Samudra pasifik selama 3 bulan 

-kemudian pada maret 1521mendarat di pulau guam

-kemudian berlayar kembali dan April 1521 sampai di Filiphina

-27 April 1521 di Filiphina terjadi perang dengan orang machtan (Filiphina) dan Magellan meninggal

-kemudian perjalanan di Pimpin Yan Sebastian del Cano

-kemudian perjalanan berlanjut ke selatan  menuju kepualauan maluku dan bersekutu dengan tidore melawan portugis yang bersekutu dengan Ternate.

-1522 Yan Sebastian del Cano berkat bantuan orang indonesia berlayar

Menuju selatan dari maluku menuju Samudra hindia

-kemudian menuju tanjung harapan di Afrika selatan

-kemudian menyusuri pantai barat Afrika-Kemudian sampai di Spanyol

Kronologi Bangsa Portugis Datang Ke Indonesia

 

Kronologi Bangsa Portugis Menemukan Nusantara

Pemimpin Ekspedisi   : Bartolomeu Dias

                                    :1487 M berangkat dari pelabuhan Lisabon, Portugis

                                    :1488 M Menemukan ujung selatan afrika kemudian diberi nama Tanjung

 Harapan

Rute Pelayaran            : Portugis keselatan kemudian menyusuri pantai barat benua afrika dan   

   berakhir di ujung selatan benua Afrika atau disebut  Tanjung Harapan

 

Pemimpin Ekspedisi   : Vasco Da Gama

Pemberangkatan          : Juli 1497 M berangkat dari pelabuhan lisabon, Portugis

Rute pelayaran            : -mengikuti rute bartolomeu dias hingga tanjung harapan

                                      -Kemudian menelusuri pantai timur Afrika

                                      -Kemudian belok kanan ke Samudra Hindia

                                      -tahun 1498 M mendarat di Kalikut dan Goa (pantai barat India)

 

Pemimpin Ekspedisi   :Alfonso de Al buquerque

Rute                            : Mengikuti pelayaran portugis sebelumnya

Kronologi                      -1503 pertama kali dia mendarat di india dan membangun benteng disana

 -1504 dia pulang kembali ke portugis

-1506 dia kembali melakukan perjalanan

-1507 dia menaklukkan pulau Hormuz di Teluk Persia 

 -1509 dia dijadikan Gubernur Jendral di India

 -1510 dia mengirim pasukan untuk menaklukkan goa , kemudian dia membangun pelabuhan dan menjadi basis utama portugis di India
-1511 dia memimpin ekspedisi ke malaka, setelah terjadi persaingan sengit di malaka kemudian pada tanggal 15 Agustus 1511 malaka di kuasai portugis

-1512 portugis bersekutu dgn kerajaan ternate dan membangun basis disana

-1522 portugis menguasai sunda kelapa

-1527 portugis diusir demak dari sunda kelapa kemudian sunda kelapa namanya diganti menjadi Jayakarta.

-28 Desember 1577  Portugis berhasil diusir dari Maluku

Rabu, 15 Juni 2022

Politik Etis

 Kebijakan politik etis menyangkut dua bidang, yakni politik dan ekonomi. Dalam bidang politik adalah diberlakukannya kebijakan desentralisasi, yaitu memberikan ruang, peran, serta Salam Historia Dari orang-orang Belanda ternyata ada yang peduli terhadap penderitaan rakyat, yakni Eduard Douwes Dekker (Multatuli). Dialah yang menghentikan praktek jahat Tanam Paksa karena karya novelnya yang berjudul “Akulah yang Menderita” atau Max Havelaar. Sikap kritis terhadap pemerintah Belanda rupanya menurun pada cucunya yang bernama Ernest Francois Eugene Dekker alias Ernest Douwes Dekker (Danudirja Setyabudi), pendiri Indische Partij yang tergabung dalam kelompok tiga serangkai bersama Ki Hadjar Dewantara dan Cipto Mangunkusuma. kesempatan bagi orang-orang Indonesia untuk memikirkan nasib dan masa depannya sendiri dengan melibatkan mereka di dewan-dewan lokal, yaitu sebuah dewan rakyat (masuk dalam pemerintahan) yang dikenal dengan Volksraad (Dewan Rakyat). Dewan ini semacam Dewan Perwakilan Rakyat. Melalui dewan ini, aspirasi rakyat disalurkan melalui wakil-wakilnya yang duduk di dewan ini.

1)       Rencana Politik Etis. 

Dalam bidang ekonomi diberlakukan Trias van Deventer, yaitu: 1. Irigasi (pengairan) yaitu membangun dan memperbaiki pengairan dan bendungan untuk keperluan pertanian. 2. Migrasi yaitu mengajak rakyat untuk bertransmigrasi sehingga terjadi keseimbangan jumlah penduduk. 3. Edukasi yaitu menyelenggarakan pendidikan dengan memperluas bidang pengajaran dan pendidikan

2)       Penyimpangan Politik Etis

Sekilas gagasan van Deventer sangat mulia, tetapi pada kenyataanya tidak seindah gagasannya. Penyimpangan tersebut antara lain sebagai berikut :

 

a)      Irigasi. Perairan hanya dialirkan kepada tanah-tanah perkebunan swasta, bukan tanah-tanah pertanian rakyat.

 

b)      Migrasi. Rakyat yang diberangkatkan ke luar Pulau Jawa ternyata hanya untuk bekerja di perkebunan milik pengusaha Belanda dan asing. Rakyat yang ikut program ini dijadikan kuli kontrak seperti di Lampung dan Sumatra Utara. Karena tidak sesuai dengan tujuan awal, banyak rakyat melarikan diri dan kembali ke daerah asal. Bagi yang melarikan diri dan tertangkap akan diberi hukuman dan dikembalikan untuk bekerja lagi.

 

c)      Edukasi. Pengajaran hanya untuk anak-anak pegawai negeri, bangsawan, dan orang-orang mampu dengan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. Rakyat biasa hanya diberi pelajaran membaca, menulis, dan berhitung sampai kelas 2 dengan pengantar bahasa Melayu. Politik etis dalam bidang pengajaran juga tidak mengakomodasi orang asing seperti Cina dan Arab. Untuk itu, orang Cina mendirikan pendidikan Tiong Hoa Hak Tong dan Arab mendirikan madrasah. Pelaksanaan pendidikan yang tidak merata mendorong munculnya sekolah nonpemerintah seperti Taman Siswa, Perguruan Muhammadiyah, dan pendidikan kaum perempuan yang digagasR.A. Kartini. 

3)       Dampak Politik Etis.

Terlepas dari segala penyimpangan, ternyata politik etis membawa efek positif bagi pendidikan di Indonesia. Salah satu orang dari kelompok etis yang bernama Mr. Abendanon (sahabat R.A. Kartini) berjasa mendirikan sekolah- sekolah, baik untuk priayi maupun rakyat biasa. Kian terbukanya sekolah- sekolah untuk pribumi menjadikan pemuda Indonesia berilmu, tetapi juga berwawasan luas dan sadar politik sehingga lahirlah Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dr. Sutomo, sampai pada tokoh sentral seperti Ir. Sukarno.

 

 

Tanam Paksa Dan Politik Pintu Terbuka

Pada masa Van den Bosch (1830-1870) sebagai gubernur jenderal yang baru diberi tugas menyelamatkan keuangan Negeri Belanda. Untuk tugas itu, Van den Bosch menerapkan kebijakan sebagai berikut. Bosch menghapus sistem sewa tanah peninggalan Raffles dan menggantinya dengan sistem yang disebut cultuurstelsel. Secara harfiah, cultuurstelsel berarti sistem budaya. Oleh bangsa Indonesia, sistem itu disebut Tanam Paksa atau TP, karena dalam praktiknya rakyat dipaksa menanam tanaman ekspor seperti kopi, tarum (nila), tebu, tembakau, kayu manis, dan kapas.

 

Kebijakan tanam paksa adalah sebagai berikut. 1) Mewajibkan setiap desa menyisakan 20 persen tanah untuk ditanami kopi, tebu, dan nila. Hasilnya dijual kepada pemerintah dengan harga yang sudah ditentukan. Tanah yang digunakan untuk tanam paksa bebas dari pajak. 2) Rakyat yang tidak memiliki tanah pertanian wajib mengerjakan tanah pertanian milik pemerintah selama 66 hari. 3) Waktu mengerjakan tanaman tidak boleh melebihi waktu tanam padi, yakni tiga bulan. 4) Kelebihan hasil produksi akan dikembalikan kepada rakyat. 5) Kerugian tanaman akibat bencana alam atau serangan hama sehingga gagal panen akan ditanggung oleh pemerintah. 6) Pengawasan dalam penggarapan tanam paksa dilakukan oleh para kepala desa.

 

Dalam pelaksanaannya, ternyata tanam paksa berbeda jauh dari konsep awalnya, yaitu sebagai berikut. 1) Tanah milik petani digunakan seluruhnya untuk tanam paksa. 2) Tanah yang digunakan tanam pajak tetap dikenakan pajak. 3) Warga yang tidak mempunyai tanah tetap bekerja di tanah pertanian pemerintahan selama satu tahun penuh.

 

Bagi pemerintah Hindia Belanda, sistem TP berhasil dengan luar biasa. Kas Belanda menjadi surplus sehingga Bosch dipuja-puja sebagai tokoh yang memakmurkan dan menyejahterakan Negeri Belanda. Atas “jasanya” itu, Bosch diberi gelar bangsawan de Graaf. Gelar ini diberikan untuk orang-orang yang berjasa kepada negara. Namun demikian, Sistem TP banyak mendapat kritik dari berbagai pihak, termasuk orang-orang Belanda sendiri karena dianggap lebih kejam dari zaman VOC.

 

Salah satu pengkritik yang paling keras adalah Eduard Douwes Dekker. Kritiknya ditulis dalam sebuah buku (novel) berjudul Max Havelaar dengan menggunakan nama samaran Multatuli. Isi buku (novel) itu menjelaskan kisah petani yang menderita karena kebijakan sewenang-wenang Belanda dan bertentangan dengan moral Eropa saat itu yang menjunjung tinggi semangat Revolusi Perancis: kesamaan, kebebasan, dan persaudaraan. Sistem TP kemudian dihapus pada tahun 1870 setelah dikeluarkan Undang-undang Agraria dan Undang-undang Gula.

 

Tujuan dikeluarkan Undang-undang Agraria adalah sebagai berikut. 1) Melindungi hak milik petani dari penguasa dan modal asing. Hal ini reaksi dari pemerintah Belanda yang mengambil alih tanah rakyat dalam TP. 2) Pemodal asing dapat menyewa tanah rakyat seperti halnya di Inggris, Amerika, Jepang, dan Cina. 3) Membuka kesempatan rakyat untuk bekerja menjadi buruh perkebunan.

 

Sementara itu, Undang-undang Gula memberi kesempatan kepada para pengusaha gula untuk mengambil alih pabrik gula milik pemerintah Belanda. Penerapan kedua undang-undang itu melatarbelakangi para pengusaha swasta untuk menanamkan modalnya di Indonesia sehingga era liberalisasi ekonomi dimulai di Indonesia.

 

Politik Pintu Terbuka (1870-1900) 28 Tahun 1850, partai liberal di Belanda memenangkan pemilu sehingga partai ini menjalankan pemerintahan. Perkembangan liberalisme di Belanda dipicu oleh semangat Revolusi Perancis dan revolusi industri Inggris. Dampak dari kemenangan partai liberal adalah diterapkannya sistem ekonomi liberal, termasuk di negeri jajahan (Indonesia). Karena tergantung kepada modal individu dan swasta untuk menggerakkan perekonomian, maka sistem ini disebut sistem kapitalisme.

 

1.      Penerapan Sistem Pintu Terbuka.

Di Indonesia, sistem ekonomi liberal diwujudkan dalam bentuk kebijakan pintu terbuka. Hal tersebut sesuai dengan maksud utama kebijakan ini, yaitu membuka ruang (pintu) seluas-luasnya bagi swasta untuk melakukan kegiatan ekonomi. Kebijakan ini berhasil menarik minat banyak pengusaha, baik dari asing maupun dari etnis Tionghoa untuk menanamkan modalnya secara besar- besaran. Tidak hanya dalam bidang perkebunan, tetapi juga pertambangan. Berikut ini contoh perkebunan milik swasta asing yang ada di Indonesia.

1)      Perkebunan tembakau di Deli (Sumatra Utara), Kedu, Klaten, dan lain-lain.

2)      Perkebunan tebu di Cirebon dan Semarang.

3)      Perkebunan kina di Jawa Barat.

4)      Perkebunan karet di Palembang dan Sumatra Timur.

5)      Perkebunan kelapa sawit di Sumatra Utara.

6)      Perkebunan teh di Jawa Barat.

7)      Bersamaan dengan itu, para pengusaha juga mendirikan pabrik teh, tembakau, gula, rokok, dan pabrik cokelat. Sementara itu, pertambangan berkembang di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan. Batubara di Sumatra Barat dan Selatan, sedangkan timah di Pulau Bangka.

 

2.      Dampak Kebijakan Pintu Terbuka.

Dampak dari Kebijakan Pintu terbuka? Bagi Belanda dan penguasa asing berdampak pada peningkatan kesejahteraan mereka, sedangkan bagi rakyat berdampak pada kesengsaraan dan penderitaan. Kebijakan ini menjadi tempat 29 eksploitasi baru yang tidak berbeda dengan TP. Eksploitasi tersebut adalah eksploitasi manusia dan eksploitasi agraria.

1)      Eksploitasi Manusia.

Eksploitasi manusia ialah pengerahan tenaga manusia yang diwarnai tipu daya dan paksaan, ketidakadilan, serta kesewenang-wenangan yang mereka alami di perkebunan. Contohnya adanya hukuman cambuk terhadap para kuli yang melakukan pelanggaran selama bekerja di perkebunan tembakau di Deli, Sumatra. Bagi yang melarikan diri mendapat hukuman denda, disekap, kerja tanpa upah, bahkan dibunuh. Kebijakan ini juga ditandai dengan pengiriman secara besar-besaran dan secara paksa tenaga kerja dari Jawa untuk dipekerjakan   di perkebunan perkebunan Belanda di tanah jajahannya yang lain seperti di Suriname dan Guyana. Sekitar tahun 1890-an, orang Jawa dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang dikirim ke Suriname mencapai 32.965 orang. Setelah kemerdekaan, mereka hanya sebagian kecil yang kembali ke Indonesia. Perhitungan tahun 1972 sebanyak 57.688 keturunan Jawa berada di Suriname dan pada tahun 2004 berjumlah 71.879.

2)      Eksploitasi Agraria.

Eksploitasi agraria tampak dalam bentuk penggunaan lahan-lahan produktif yang sedang dikerjakan rakyat maupun lahan-lahan kosong yang masih berupa hutan untuk dijadikan perkebunan serta areal pertambangan. Pemanfaatan lahan produktif umumnya di Jawa, sedangkan perkebunan di Sumatra, dengan menggunakan lahan-lahan yang masih kosong. Ada beberapa dampak negatif dari kebijakan pintu terbuka bagi masyarakat Jawa, yakni sebagai berikut. :

a) Para priayi dan birokrat kesultanan menyewakan tanah lungguhnya kepada para pengusaha perkebunan swasta asing karena lebih menguntungkan daripada disewakan kepada para petani penggarap.

b)  Di lahan-lahan perkebunan tenaga kerjanya dari rakyat 30 Jawa dan sistem pengupahannya tidak adil karena sangat murah.

c)      Sebagian dari rakyat Jawa dikirim ke Suriname untuk bekerja di perkebunan Belanda.

d)     Para bupati di 18 wilayah keresidenan di Jawa           ikut menyewakan sebagian tanahnya kepada pengusaha perkebunan asing dan memaksa rakyat di 18 keresidenan tersebut bekerja diperkebunan-perkebunan tersebut. 7. Reaksi Terhadap Kebijakan Pintu Terbuka. Kebijakan tersebut sebagai tempat untuk mengeksploitasi rakyat sehingga Belanda semakin makmur. Hal ini membuat kaum humanis bersuara lantang. Sudah berabad-abad rakyat menderita demi kemakmuran Belanda sehingga sudah sepantasnya Belanda membalas budi dengan memajukan bangsa Indonesia, bukannya menyengsarakannya. Itulah gagasan dasar yang mendorong lahirnya politik etis. Salah satu penggagas munculnya politik etis adalah Van Deventer. Menurutnya, pemerintah Belanda harus melakukan sesuatu demi kesejahteraan kaum pribumi.

 

Masa Kerajaan Hindu - Buddha di Indonesia

  Masa Kerajaan Hindu - Buddha di Indonesia